Tukar kartu SIM ke GraPARI

23 Mei 2018
Jadi kartu SIM Telkomsel milikku error. Kartu sering tidak terdeteksi di ponsel. Awalnya normal, tapi setelah beberapa waktu, kartu SIM tidak terbaca di ponsel, jadi yang aktif tinggal SIM 2 saja.

Solusi yang biasanya kulakukan adalah melepas slot kartu SIM kemudian memasangnya lagi. Atau kalau tidak dengan merestart ponsel juga bisa. Tapi tidak banyak membantu karena beberapa saat pasti tidak terbaca lagi dan harus mengulang lagi. Lama-lama merepotkan juga, lagian membuat slot kartu SIM aus dibuka-tutup terus.

Ponsel yang kugunakan adalah Redmi 4A.


Menemukan sumber masalah.


Dugaan pertama adalah slot SIM 1 rusak. Aku mencoba menukar posisi SIM 1 dan SIM 2. Telkomsel kupindahkan ke slot 2, Tri ke slot 1. Gagal. Gantian SIM 2 alias Telkomsel tetap tidak terbaca. Berarti bukan masalah ponselnya.

Dugaan kedua adalah kartu SIM Telkomsel terlalu tipis. Aku memasang lakban kertas di punggung kartu SIM Telkomsel. Gagal juga. Kartu SIM masih sering tidak terdeteksi.

Akhirnya aku putuskan untuk menukar kartu SIM Telkomsel ke GraPARI.


Wajib beli paket minimal 50 ribu!?


Sore aku berangkat ke GraPARI terdekat dengan kantor yaitu di Papahan, batas kota Karanganyar. Sesampai di sana aku memarkir motor dan berdiri di depan pintu, syok.

Mini heart attack ketika membaca pengumuman ini.



Terutama di pasal 4 yang berbunyi, "wajib aktivasi paket minimal 50 ribu".

Selain karena nggak bawa uang berlebih, paket bulananku juga masih aktif dan masih banyak sisa kuotanya. Kebetulan setiap awal bulan aku membeli paket 12GB + 2GB VideoMAX seharga 90 ribu rupiah. Sisa kuota sampai saat ini masih 7GB+2GB, yg VideoMAX utuh, nyaris nggak pernah terpakai. Mosok wajib beli paket sih?

Kuberanikan diri masuk dan mendapatkan antrian customer service nomor 1018. Aku duduk di depan kursi empuk di depan mbak kasir.

Antrian sekarang 1010. Satu orang selesai dilayani 10 - 15 menit. Ada dua CS yang aktif. Berarti aku harus menunggu sekitar 40 menit. Analisa iseng tapi hampir akurat. Aku menunggu setengah jam lebih sedikit.

Akhirnya sampai juga giliranku, dapet CS mas-mas.

Singkat cerita kusampaikan permasalahanku dan aku request untuk ganti kartu SIM baru. Masnya menanyakan pertanyaan sesuai SOP, terutama masalah registrasi kartu. Hehehe, mungkin masnya belum tahu kalau aku mengelola banyak kartu SIM aktif dari semua operator buat nyepam/registrasi banyak akun. 🙈

Sampai juga di pertanyaan: paket apa yang mau dibeli.

Awalnya aku menolak secara halus dengan cara memberi tahu kalau kuotaku masih banyak. Lagian ketika kutanyakan, ternyata kuota yang wajib dibeli tidak terakumulasi dengan kuota sekarang. Tapi masnya bersikeras, kalau tidak paket internet, bisa paket nelpon atau SMS.

Akhirnya kuputuskan untuk membeli paket nelpon seminggu senilai 28 ribu. Aku cuma disuruh beli pulsa 25 ribu saja, akumulasi pulsanya dipaketkan ke paket nelpon 28 ribu.

Jadi aku hanya disuruh beli pulsa 25 ribu saja. Tidak harus 50 ribu. Lumayan.

Akhirnya aku mendapatkan kartu SIM baru dan langsung aktif. Tidak seperti Indosat Ooredoo yang harus menunggu satu dua jam baru kartu SIMnya aktif.


Update, 30 Mei 2018.


Sudah seminggu sejak aku menggunakan kartu SIM baru, sudah tidak error lagi. Kartu SIM sudah tidak pernah mati lagi. Alhamdulillah.

And you know what? Paket nelponnya mubazir. Masa aktif habis tapi tidak pernah kugunakan nelpon, paling cuma terpakai tidak sampai 5 menit. Yah mau gimana lagi, wong wajib. 😭

Diskusi